Saat bulan Ramadhan tiba, sudah sepatutnya kita sebagai umat muslim menyambutnya dengan rasa senang dan gembira. Karena kita akan menyambut gerojogan amal pada bulan ini, dimana tidur akan menjadi ibadah, do’a akan mudah diijabah, dan amal akan bisa kita peroleh dengan mudah.
Namun, selain hal-hal diatas, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan di depan teman-teman sekalian.
Ibadah puasa adalah ibadah yang sangat rahasia. Mengapa sangat rahasia? Karena yang mengetahui apakah kita puasa atau tidak, hanyalah diri kita dan Allah. Bukan berarti saat kita melihat teman kita yang masih bersemangat di siang hari waktu Bulan Ramadhan, kita akan beranggapan bahwa teman kita tersebut tidak puasa. Karena yang mengetahui apakah kita puasa atau tidak hanyalah Allah, maka Allah juga memberikan hadiah yang spesial pula untuk kita. Seperti dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang memiliki arti seperti ini:
‘Semua amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa adalah untukku dan aku sendiri yang akan memberikan ganjaran atasnya. Dan janganlah berkata kotor atau mengumpat saat kalian puasa. Dan jika seseorang mencela atau memusuhi kalian saat berpuasa, katakanlah,”Aku sedang berpuasa demi Dzat yang jiwa Nabi Muhammad berada di tanganNya”.’
Dibalik kerahasiaan itu, ternyata puasa juga sangat berpengaruh pada kesehatan kita. Jika pada hari-hari biasa kita tidak puasa, sarapan yang kita makan pada pagi hari belum sepenuhnya selesai diproses di dalam lambung hingga siang hari. Jadi, ketika kita makan siang, sama dengan kita tidak memberikan kesempatan kepada perut kita untuk istirahat. Oleh karena itulah kita disuruh berpuasa, agar kita semua menjadi sehat, seperti dalam hadist, “Berpuasalah maka kalian akan menjadi sehat”
Tentu kita juga sudah sering mendengar perintah Allah untuk berpuasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183. Sebenarnya, mengapa kita kaum muslim diperintah untuk berpuasa? Salah satu alasannya adalah agar kita ikut merasakan penderitaan saudara kita yang kurang mampu, dan diharapkan kita membantu mereka, salah satunya adalah dengan membayar zakat. Seandainya semua umat muslim di Indonesia yang mampu mengeluarkan zakat sesuai dengan aturan, tidak akan kita jumpai masyarkat muslim yang kelaparan
Begitu penting puasa hingga pasien yang menderita penyakit seperti usus buntu, batu ginjal, dan sebagainya diharuskan uuntuk puasa sehari sebelum operasi, tujuannya tentu saja agar memberi waktu istirahat kepada perut agar ketika dilakukan operasi, perut dalam keadaan rileks.
Selain itu, amalan lain yang juga mendapat imbalan yang besar dari Allah adalah dengan segera mengikuti takbir dari imam, yaitu jika kita segera takbiratul ihram diantara rentang waktu takbirnya imam hingga imam membaca surat Al-Fatihah. Jika kita berhasil melakukannya, pahalanya sama saja dengan kita melakukan umroh sebanyak 17 kali.
Kenikmatan berikutnya adalah ketika kita berpuasa, kita akan memperoleh 2 kenikmatan, yaitu nikmat saat kita berbuka puasa dan nikmat di akhirat besok, berupa pahala yang diberikan Allah atas puasa kita
Minggu, 30 Oktober 2011
Sandur
Sen
pertunjukan Sandur dapat dikategorikan sebagai seni pertunjukan tradisional yang berbentuk teater tradisional. Sebagai bentuk teater tradisional, Sandur memiliki ciri-ciri yang sama dengan teater tradisonal daerah lainnya yaitu mempunyai sifat yang sederhana dalam penyajiannya.
Sebagai bentuk teater tradisional, seni pertunjukan Sandur mempunyai unsur cerita (drama), Tari, Karawitan, Akrobatik (Kalongking) juga terdapat unsur-unsur mistis,
kesenian sandur berasal dari permainan anak-anak yang kemudian berkembang menjadi sebuah produk kesenian yang bertumpu pada upacara ritual. Berbagai sumber menyatakan bahwa Sandur ada sejak jaman kerajaan yang masih ,menganut aliran kepercayaan atau animisme.
Kata Sandur ada beberapa versi yang di antaranya dari kata san yang berarti selesai panen (isan) dan dhur yang berarti ngedhur. Dari sumber lain mengatakan bahwa sandur berasal dari bahasa Belanda yaitu soon yang berarti anak-anak dan door yang berarti meneruskan. Ada juga yang menyebutkan bahwa Sandur yang terdiri dari berbagai cerita tersebut dengan sandiwara ngedur, artinya kesenian itu terjadi karena berisi tentang berbagai macam cerita yang tak akan habis sampai pagi.
Pada sekitar tahun 1960-an Kesenian ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, hampir di setiap desa di kecamatan kota Bojonegoro memiliki kelompok kesenian sandur. Kemudian pada tahun 1965 setelah meletusnya peristiwa G 30 S/PKI, kesenian Sandur mengalami kemunduran yang sangat drastis. Hal ini disebabkan Sandur dicurigai telah disusupi oleh Lembaga Kesenian Rakyat (Organisasi massa milik PKI). Hingga saat ini, kesenian sandur telah mengalami kemunduran yang sangat drastis, bahkan bisa dikatakan hampir punah.
Berikut ini akan dipaparkan teater sandur yang pernah ditampilkan di Gedung Perak, Bojonegoro, Jawa Timur
Sekelompok orang mengenakan udeng (ikat kepala) duduk sambil asyik bernyanyi diiringi dua alat musik yang bersahut-sahutan. Tempat mereka duduk dibatasi dengan tali rafia. Di tiap-tiap jarak tertentu pada tali rafia itu terdapat jajan pasar yang diikatkan. Kegiatan itu dipimpin seorang kakek. Di depan tempat sang kakek duduk terlihat sesaji. Isinya, antara lain jajan pasar, kemenyan yang sudah dibakar, serta bunga yang direndam di dalam panci berisi air.
Saat nyanyian mencapai puncak, seorang lelaki yang duduk di deretan terdepan tiba-tiba menggelepar-gelepar. Beberapa orang kemudian menghampiri dan memegangi tubuh temannya itu. Kakek yang memimpin menyayi juga bangkit. Sambil membawa pecut (cambuk), dia kemudian mengambil jaran kepang (kuda lumping) dan menyerahkannya kepada orang yang menggelepar itu. Kalau sudah seperti itu, berarti sudah kesurupan, dan orang yang sudah kerasukan itu biasa disebut sulur pandan yang fungsinya menjaga keamanan (dari gangguan makhluk halus, Red) selama berlangsungnya pertunjukan Seakan disuruh, lelaki yang menggelepar kemudian menaiki kuda dari anyaman bambu itu. Dia kemudian dituntun untuk memakan kembang yang telah direndam air dalam panci. Pemeran utama dalam drama itu hanya empat orang. Yakni, tokoh utama disebut Pethak, pemeran lelucon Tamsil, tokoh penyeimbang Balong, dan satu tokoh wanita yang berperan sebagai sindir biasa disebut Cawik
Kisah dalam drama itu sangat panjang. Mulai dari saat Pethak (tokoh utama) mencari kerja, panen, rabi (kawin), dan seterusnya. Babak terakhir dari acara sandur ini adalah pertunjukan Kalongking, yaitu peristiwa dimana Pethak berburu kalong (kelelawar besar). Kalong ini diperankan oleh seseorang yang sudah kerasukan dan bergelantung, berputar-putar, dan beratraksi di atas sebuah tali yang ditalikan pada bambu di masing-masing pojok arena sandur. Semua kegiatan kalong tersebut dilakukan pada ketinggian hingga 8 meter
Yang unik dari kesenian ini adalah aroma magis yang tersaji mulai ketika actor memakan bunga hingga kalong yang beratraksi pada seutas tali pada ketinggian 8 meter. Selain itu, keunikan lain kesenian ini adalah harus dilakukan pada malam hari sekitar jam 21.00 atau lebih, karena jika tidak dilakukan pada jam itu, tidak bisa dilakukan aksi-aksi magis seperti diatas.
pertunjukan Sandur dapat dikategorikan sebagai seni pertunjukan tradisional yang berbentuk teater tradisional. Sebagai bentuk teater tradisional, Sandur memiliki ciri-ciri yang sama dengan teater tradisonal daerah lainnya yaitu mempunyai sifat yang sederhana dalam penyajiannya.
Sebagai bentuk teater tradisional, seni pertunjukan Sandur mempunyai unsur cerita (drama), Tari, Karawitan, Akrobatik (Kalongking) juga terdapat unsur-unsur mistis,
kesenian sandur berasal dari permainan anak-anak yang kemudian berkembang menjadi sebuah produk kesenian yang bertumpu pada upacara ritual. Berbagai sumber menyatakan bahwa Sandur ada sejak jaman kerajaan yang masih ,menganut aliran kepercayaan atau animisme.
Kata Sandur ada beberapa versi yang di antaranya dari kata san yang berarti selesai panen (isan) dan dhur yang berarti ngedhur. Dari sumber lain mengatakan bahwa sandur berasal dari bahasa Belanda yaitu soon yang berarti anak-anak dan door yang berarti meneruskan. Ada juga yang menyebutkan bahwa Sandur yang terdiri dari berbagai cerita tersebut dengan sandiwara ngedur, artinya kesenian itu terjadi karena berisi tentang berbagai macam cerita yang tak akan habis sampai pagi.
Pada sekitar tahun 1960-an Kesenian ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, hampir di setiap desa di kecamatan kota Bojonegoro memiliki kelompok kesenian sandur. Kemudian pada tahun 1965 setelah meletusnya peristiwa G 30 S/PKI, kesenian Sandur mengalami kemunduran yang sangat drastis. Hal ini disebabkan Sandur dicurigai telah disusupi oleh Lembaga Kesenian Rakyat (Organisasi massa milik PKI). Hingga saat ini, kesenian sandur telah mengalami kemunduran yang sangat drastis, bahkan bisa dikatakan hampir punah.
Berikut ini akan dipaparkan teater sandur yang pernah ditampilkan di Gedung Perak, Bojonegoro, Jawa Timur
Sekelompok orang mengenakan udeng (ikat kepala) duduk sambil asyik bernyanyi diiringi dua alat musik yang bersahut-sahutan. Tempat mereka duduk dibatasi dengan tali rafia. Di tiap-tiap jarak tertentu pada tali rafia itu terdapat jajan pasar yang diikatkan. Kegiatan itu dipimpin seorang kakek. Di depan tempat sang kakek duduk terlihat sesaji. Isinya, antara lain jajan pasar, kemenyan yang sudah dibakar, serta bunga yang direndam di dalam panci berisi air.
Saat nyanyian mencapai puncak, seorang lelaki yang duduk di deretan terdepan tiba-tiba menggelepar-gelepar. Beberapa orang kemudian menghampiri dan memegangi tubuh temannya itu. Kakek yang memimpin menyayi juga bangkit. Sambil membawa pecut (cambuk), dia kemudian mengambil jaran kepang (kuda lumping) dan menyerahkannya kepada orang yang menggelepar itu. Kalau sudah seperti itu, berarti sudah kesurupan, dan orang yang sudah kerasukan itu biasa disebut sulur pandan yang fungsinya menjaga keamanan (dari gangguan makhluk halus, Red) selama berlangsungnya pertunjukan Seakan disuruh, lelaki yang menggelepar kemudian menaiki kuda dari anyaman bambu itu. Dia kemudian dituntun untuk memakan kembang yang telah direndam air dalam panci. Pemeran utama dalam drama itu hanya empat orang. Yakni, tokoh utama disebut Pethak, pemeran lelucon Tamsil, tokoh penyeimbang Balong, dan satu tokoh wanita yang berperan sebagai sindir biasa disebut Cawik
Kisah dalam drama itu sangat panjang. Mulai dari saat Pethak (tokoh utama) mencari kerja, panen, rabi (kawin), dan seterusnya. Babak terakhir dari acara sandur ini adalah pertunjukan Kalongking, yaitu peristiwa dimana Pethak berburu kalong (kelelawar besar). Kalong ini diperankan oleh seseorang yang sudah kerasukan dan bergelantung, berputar-putar, dan beratraksi di atas sebuah tali yang ditalikan pada bambu di masing-masing pojok arena sandur. Semua kegiatan kalong tersebut dilakukan pada ketinggian hingga 8 meter
Yang unik dari kesenian ini adalah aroma magis yang tersaji mulai ketika actor memakan bunga hingga kalong yang beratraksi pada seutas tali pada ketinggian 8 meter. Selain itu, keunikan lain kesenian ini adalah harus dilakukan pada malam hari sekitar jam 21.00 atau lebih, karena jika tidak dilakukan pada jam itu, tidak bisa dilakukan aksi-aksi magis seperti diatas.
Langganan:
Postingan (Atom)